Rabu, 23 Maret 2011

Analisis Sifat Orang Jawa Tengah (Yogyakarta)


Analisis Sifat Orang Jawa Tengah (Yogyakarta)

v Gaya Hidup.
Gaya hidup orang jawa cenderung sederhana di bandingkan orang-orang yang tinggal di perkotaan. Rasa kekeluargaannya antar satu sama lain itu masih kuat atau dalam bahsa jawanya yaitu guyup rukun. Gotong royong dan toleransinya pun masih sangat kuat,apalagi di antara mereka ada hubungan kekeluargaan atau masih bersaudara satu sama lain. Orang jawa cenderung lebih ramah dan lebih sopan santun terhadap orang yang lebih tua dari mereka yang lebih muda. Gaya hidup mereka pun tidak neko-neko atau pilih-pilih dan cenderung tidak gengsian, orang jawa lebih menerima hidup mereka apa adanya tanpa di buat-buat atau di lebih-lebihkan. Walaupun mereka hidup di daerah pedesaan itu lantas tidak menjadikan diri mereka tidak mengerti atau ketinggalan jaman tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini.  Justru banyak di antara mereka yang lebih mengerti dan memahami tentang ilmu pengetahuana dan teknologi.
v Pekerjaan / Mata pencaharian.
Umumnya orang-orang yang tinggal di daerah pedesaan lebih memilih bekerja di sawah sebagai petani dan mengurus sawah mereka. Ada juga yang beternak sapi,kambing,ayam,dsb. Ada pula yang lebih memilih berjualan hasil panen mereka di pasar-pasar tradisional. Namun bagi mereka yang mempunyai pekerjaan tetap dan penghasilan yang lumayan mereka bekerja sebagai karyawan di perusahaan-perusahaan swasta seperti kebanyakan masyarakat di perkotaan.
v Adat-adat yang masih di pertahankan di daerah pedesaan atau daerah pulau Jawa.
·       Adat Nikah.
Semua orang yang hidup di dunia ini pasti akan menikah dengan tujuan untuk mendapatkan keturunan dan untuk mengikuti sunnah rasul/nabi kita. Bagi para laki-laki dan wanita yang ingin menikah sebelumnya harus sudah cukup umur dan mapan. Selain itu ada adat atau tradisi yang harus mereka jalankan sebelum mereka menjadi sepsang suami-istri. Prosesnya yaitu:
1.      Tunangan,Pihak laki-laki yang ingin menikah sebelumnya datang kerumah pihak perempuan untuk  meminta ijin kepada orang tua dari pihak perempuan apakah boleh anak perempuannya itu dinikahi oleh si pria tersebut. Jika boleh maka si pria dan wanita itu saling bertukar cincin sebagai tanda bahwa satu sama lain telah ada yang mengikat dan menentukan tanggal baik untuk melangsungkan akad nikah.
2.      Setelah ditentukan tanggal dan hari baik untuk acara akad nikah maka proses selanjutnya adalah pinggitan(tidak diijinkan bertemu dengan calon suami)selama kurang lebih 1 minggu sampai acara akad nikah itu dimulai.
3.      Bagi calon suami dan calon istri yang ingin menikah sebelumnya mereka harus berpuasa terlebih dahulu dengan tujuan untuk mensucikan diri mereka sebelum mereka melangkah ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu sebagi sepasang suami istri.
4.      Hingga sampai waktu yang telah di tentukan dan sebelum si calon suami mengucapkan ijab qobul terlebih dahulu kedua calon mempelai itu menjalankan proses siraman.
5.      Setelah proses siraman maka dilanjutkan dengan proses membasuh kedua kaki calon pengantin pria yang dilakukan oleh si calon pengantin wanitanya.
6.      Setelah membasuh kedua kaki calon suaminya maka si pengantin wanitanya menginjak telur .
7.      Lalu setelah semua proses itu selesai maka baru calon pengantin pria dan wanita duduk bersebelahan di depan penghulu untuk mengucapkan ijab qobul dan janji sehidup semati,susah ataupun senang yang akan mereka hadapi bersama-sama hingga akhir hayat.
8.      Setelah proses akad nikah selesai dan mereka telah resmi menjadi sepasang suami istri maka antara pengantin pria dan wanita melakukan proses sungkeman kepada orang tua masing-masing dan mertua mereka.
9.      Selanjutnya di lanjutkan dengan proses resepsi(proses pesta pernikahan yang diramai-ramaikan).
·       Adat kematian/pemakaman.
Pada umunya proses yang dilakukan sama seperti proses pemakaman biasanya tetapi bagi orang jawa biasanya stelah jenazah di makamkan,pihak keluarga yang ditinggalkan itu mengadakan proses pengiriman doa atau yang sering kita bilang yaitu tahlilan. Pengiriman doa atau tahlilan ini di lakukan setelah orang yang meninggal itu dimakamkan selama 3hari,dilanjutkan dengan hari ke tujuh,lalu hari ke 40,hari ke 100 dan yang terakhir hari ke 1000.
·       Adat membuang benda pusaka ke laut selatan atau katenan.
Adat atau tradisi ini biasanya dilakukan menjelang puasa yaitu tepatnya bulan ruwah/rajab. Dalam proses ini benda-benda yang akan di lepas di pantai selatan tidak hanya benda-benda pusaka keraton saja melainkan hasil bumi atau panen mereka selama setahun ini. Hasil panen tersebut disusun dalam bentuk gunung dan sering disebut sebagai gunungan. Gunungan tersebut sebelumnya diarak mulai dari keraton hingga sampai di pantai selatan. Gunungan itu dipikul oleh orang-orang kepercayaan keraton seperti abdi keraton,pengawa keraton dan lainnya sebanyak 6 orang dan sisanya sebagai pengiringnya.
Setelah sampai di pantai selatan gunungan itu dilepas atau di buang ke pantai selatan, tetapi orang-orang yang membawa gunungan itu akan melepasnya ketika mereka telah sampai di tengah pantai. Proses adat istiadat ini masih terus berlangsung hingga saat ini dan masih dipertahankan sebagi kebudayaan atau tradisi dari masyarakat di daerah tersebut.

Rabu, 02 Maret 2011

STATISTIKA


STATISTIKA
     Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar istilah statistik dan statistika. Istilah tersebut sering dihubungkan dengan data berupa angka perkembangan dari suatu objek. Statistika adalah gambaran tentang suatu kumpulan data dalam bentuk sebuah nilai, misalnya statistik penduduk(sensus),statistik siswa sekolah, dan lain-lain. Statistika adalah cabang ilmu matematika yang mempelajari prinsip,prosedur, dan atau cara mengumpulkan,  mengelompokkan, menyajikan, menganalisis, sampai menyimpulkan  data untuk tujuan tertentu.
     Data statistik bersumber dari objek yang diteliti. Keseluruhan objek yang diteliti disebut populasi sedangkan sebagian daerah dari populasi disebut sampel. Sampel merupakan sumber data untuk penarikan kesimpulan tentang populasi yang diteliti. Jadi, sampel haruslah mewakili(representatif) populasi yang diteliti.
Pengumpulan data statistik dapat dilakukan dengan beberapa cara,antara lain:
1.      1.  Penelusuran literatr(literature)
Merupakan teknik pengumpulan data dengan menyadur hasil yang telah diperoleh dari penelitian sebelumnya.
2.       2. Pengamatan(observation)
Merupakan teknik pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan baik langsung maupun tidak langsung terhadap objek. Ada 3 macam pengamatan,yaitu sebagai berikut:
a.       Pengamatan langsung,yaitu pengamatan yang dilakukan secara langsung terhadap objek pengamatan.
b.      Pengamatan tidak langsung yaitu pengamatan yang dilakukan terhadap objek penelitian dengan menggunakaan alat perantara,misalnya menggunakan mikroskop.
c.       Pengamatan partisipatif yaitu pengamatan yang dilakukan dengan cara peneliti ikut terlibat dan melibatkan diri dalam situasi yang dilakukan oleh responden (objek penelitian).
3.      3.  Wawancara(interview)
    Merupakan teknik penumpulan data dengan cara tanya jawab langsung dengan sumber data atau orang-orang yang dianggap mampu memberikan data yang diperlukan.
4.       4.  Angket(questionaries)
    Merupakan teknik pengumpulan data dengan cara memberikan pertanyaan-pertanyaan yang disusun dalam satu daftar pertanyaan. Angket dapat digunakan jika jumlah orang yang dimintai keterangan cukup banyak dan bertempat tinggal berjauhan.


Kegunaan statistik antara lain:
  1.      Memberikan informasi tentang suatu masalah,gejala,dan objek lainnya.
  2.       Menentukan hubungan antar dua kelompok data atau lebih dari suatu masalah atau objek tertentu.
  3.      Penarikan kesimpulan dari permaslahan yang ada dalam statistika.
  4.     Sebagai dasar perumusan kebijakan perusahaan,instansi pemerintahan dan lainnya untuk masa yang akan datang.
Macam-macam data:
     Data yang beerbentuk kategori disebut data kualitatif, sedangkan data yang berbentuk bilangan disebut data kuantitaif. Pada data kuantitatif dari nilainya dikenal 2 golongan yaitu data diskrit dan data kontinu. Data diskrit adalah data yang didapatkan dengan cara menghitung atau membilang, sedangkan data kontinu adalah data yang didapatkan dengan cara mengukur. Menurut sumbernya dikenal data intern dan data ekstern. Data intern adalah data yang didapatkan dari dalam sedangkan data ekstern adalah data yang didapatkan dengan cara dari luar. Data ekstern dikelompokkan menjadi 2, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang dikumpulkan dan dikeluarkan oleh badan yang sama sedangkan lainnya adalah data sekunder. Data yang baru dikumpulkan dan belum diolah disebut dengan data mentah. Dtinjau dari cara memperolehnya,data kuantitaif dapat dibedakan menjadi 2,yaitu data cacahan dan data ukuran.

Contoh data diskrit adalah sebagai berikut:
a.       Sebuah keluarga mempunyai 3 anak laki-laki dan 2 anak perempuan.
b.      Di Kecamatan Tambun Selatan terdapat 7 SMP dan 5 SMA.
c.       Di kelas 1PA09 terdapat 15 mahasiswa laki-laki dan 35mahasiswa perempuan.
Contoh data kontinu adalah sebagai berikut:
a.       Tinggi badan 6 orang mahasiswa adalah 158 cm, 160 cm, 165 cm, 168 cm, 169 cm, 170 cm.
b.      Berat badan 4 orang mahasiswa adalah 46 kg, 48 kg, 50 kg, 52 kg.
 Hubungan antara psikologi dengan statistik:
     Psikologi adalah salah satu ilmu yang mempelajari perilaku dan proses mental seseorang. Statistik adalah salah satu cabang dari ilmu matematika. Ilmu matematika tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari kita bahkan matematika selalu berperan dalam berbagai bidang keahllian seperti teknik,komputer atau IT,psikologi,kedokteran,ekonomi,hukum,dll. Karena selalu berperannya matematika dalam berbagai ilmu atau bidang keahlian maka dalam psikologi pun matematika sangat berperan contohnya statistika atau statistik. Statistik berperan penting dalam ilmu psikologi yaitu untuk membuat laporan tentang berapa banyak penduduk indonesia, untuk membuat laporan berapa banyak karyawan baru, untuk membuat laporan tentang perkembangan anak kita atau perkembangan anak di sekitar kita, untuk membuat laporan berapa banyak angka kematian per tahunnya terhadap ibu hamil,dll.


Contoh kasus:
  1.   Jika kita ingin mengamati perkembangan anak mulai dari ia baru lahir hingga ia menginjak usia 5 tahun tentunya kita harus memperhatikan bagaimana kesehariannya dirumah,bagaimana cara ia belajar merangkak, belajar duduk, belajar berjalan, belajar berbicara, bagaimana cara ia makan, bagaimana cara ia minum, bagaimana cara ia berpakaian, bertingkah laku, dan sebagainya. Setelah kita memperhatikan anak tersebut dalam jangka waktu yang cukup lama maka kita mulai dapat mengambil kesimpulan terhadap apa yang telah kita amati selama ini dan dari hasil pengamatan tersebut selain dapat kita tuangkan/gambarakan melalui tulisn tentunya kitapun dapat mengaplikasikannya ke statistik yaitu dengan membuat diagram batang,lingkaran,garis,dll.
  2.  Ketika kita ingin mengetahui berapa jumlah penduduk di tiap-taip desa atau kecamatan tentunya kita harus melakukan pengamatan dan penelitian. Salah satu caranya yaitu dengan mendata dan mencari informasi tentang berapa banyak warga atau penduduk di tiap-tiap desa atau kecamatan tersebut. Setelah kita mendata dan mencari informasi maka kita dapat membuat hasil dari pengamatan dan penelitian tersebut dengan membuat diagram lingkaran,batang,dll.
  3.  Tabel kontingensi

TABEL
JUMLAH SISWA SMKN 2 CIKARANG
TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Jenis Kelamin
Kelas
Jumlah
Kelas X
Kelas XI
Kelas XII
Perempuan
200
150
100
450
Laki-laki
150
100
80
330
Jumlah
350
250
180
780





Daftar Pustaka

  1.      Osman Osdirwan,Drs.  M.Si.2006. Pelajaran Matematika untuk SMA/MA Kelas XI semester 1. Jakarta: Arya Duta
  2.      Matematika IPS untuk SMA/MA.  Jakarta: Trijaya Utama